JANTUNG

Irama degup jantungmu memburu
Aku mencari aku di detaknya
Selaksa cerita kuukir dibatu
Layaknya prasasti yang kusimpan dalam, dalam.
Mulutku terus saja bisu
Padahal tubuhku bergetar
Darah melaju di aortaku
mengalirkan kata-kata yang tak putus-putusnya
Aku menyimpan tanda tanya pada matamu
Terkadang ia sembunyi ke dasar palung hatimu
Jika kau rasa perih jiwamu
Berbagilah denganku saja
Berbagilah denganku saja
Mungkin aku terlalu naif
Tapi aku hanya ingin senantiasa menyentuh jantungmu
Mendengarnya berkata, “Aku Mencintaimu”.

Silvia Dewi, 19 Agustus 2016

Lama banget hiatus dari tahun 2011, anak pun udah 2 sekarang. Hehe… Belajar lagi nulis. Meskipun mungkin belum sempat BW.

Selamat Ulang Tahun Untuk Yayankku

Hari ini Suamiku Ulang Tahun. Alhamdulillah Ya Allah aku telah dipertemukan dengannya. Bukan bermaksud mengikuti perayaan tapi hamba sangat bersyukur telah Engkau ciptakan dia untuk mendampingiku. Meski hanya dengan sesuatu yang sangat sederhana ingin aku melihatnya tersenyum dan mengerti betapa aku mencintainya.🙂

http://img.kapanlagi.com/c/s/08590.swf
http://img.kapanlagi.com/c/s/08751.swf
http://img.kapanlagi.com/c/s/01144.swf

 

Tekad Membuatnya Hebat

“Duh.. berapa kali lagi sih aku harus jelaskin sama kamu, kenapa gak ngerti-ngerti juga sih, dasar bodoh!!! Seandainya saja ibu guru gak nyuruh aku untuk satu kelompok sama kamu, males banget deh!!!! Jadi orang itu harus pinter biar gak nyusahin orang lain, jadi orang harus bisa berguna buat orang lain” .

Aku tahu kata-kata itu terlalu kasar kuucapkan kepada teman sekelasku, tapi kekesalanku tak bisa kutahan karna sampai kujelaskan berkali-kali pun dia tetep gak ngerti, padahal besok kelompok kita presentasi. Aku ga mau nilai kelompokku jelek gara-gara manusia satu ini, Toto Sudarnoto Sudiro, aduh..aduh.. bikin aku gregetan ngajarinnya. Itu yang aku ingat 12 tahun yang lalu ketika aku duduk dibangu SMP. Dan setelah lulus SMP aku gak pernah ketemu lagi dengan temanku yang menjengkelkan itu.

Lanjutkan membaca “Tekad Membuatnya Hebat”

Film Romantis Versi Pagibening

Jika saya Tanya apa film paling romantis yang pernah anda tonton? Mungkin bagi sebagian atau kebanyakan orang akan menjawab Titanic, Romeo&Juliet atau mungkin ada yang menjawab Radit & Jani. Kalo jawaban saya diantaranya Beautiful Mind, Momment To Remember dan Samurai X The Movie (film kartun tapi saya agak lupa episode yang keberapa). Kenapa saya memilih film-film tersebut, berikut saya ulas ringkasan cerita dari film-film tersebut.

A Beautiful Mind

Film ini mungkin terkenal bagi orang-orang matematika, fisika, ekomomi atau hacker yang senang dengan kriptografi. Loh dimana romantisnya? Bukan karna saya jago matematika, fisika, ekonomi atau seorang hacker saya senang film ini saya paling nyerah dengan semua pelajaran diatas, saya tulis ringkasan cerita garis besarnya kalo ada kesalahan mohon maklum soalnya ketika saya nonton gak ada translate berbahasa indonesianya dan nontonya jaman baheula kala(zaman dulu banget).hehehe… Ok, begini ceritanya:

Di salah satu universitas terbaik didunia, Universitas Princeton, dimana tempat berkumpulnya orang-orang jenius dari berbagai Negara, ada salah seorang dari mereka bernama John Nash. Dia Istimewa, dalam pikirannya terdapat imajinasi yang luar biasa, dia sering menulis rumus-rumus yang sulit di kaca jendela kamarnya, dikamarnya itu ia ditemani seorang teman terbaiknya yang selalu menemaninya bahkan saat sedih pun menghiburnya. Karena kepintarannya ia pun menjadi sorang professor dan mengajar di universitas tersebut. Suatu saat ia didatangi agen Departemen Pertahanan Misterius yang bernama William Parcher kemudian Nash diundang ke Departemen Pertahanan Rahasia Amerika Serikat di Pentagon untuk memecahkan enkripsi rahasia. Parcher memberikan tugas baru kepada Nash untuk memecahkan kode-kode rahasia dikoran dan majalah ia hubungkan menjadi suatu informasi untuk menggagalkan plot Soviet, dia harus menuliskan laporan temuan yang ia dapatkan di sebuah kotak surat, dimana surat itu di cap dengan tulisan “TOP SECRET”. Ia sangat dingin terhadap wanita sampai ada seorang muridnya yang sangat cerdas bernama Alicia dapat membuatnya tertarik dan akhirnya John Nash menikahi wanita tersebut.

Lanjutkan membaca “Film Romantis Versi Pagibening”

Perempuan

gambar diambil dari google
gambar diambil dari google

Hadis Rasullulah mengatakan, “Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!”.

Ya demikianlah perempuan, mereka lebih menggunakan perasaannya daripada logika, maka terkadang untuk menaklukannya butuh cara yang kadang-kadang sulit dimengerti tapi kadang begitu sesitif.Ada hal-hal yang mungkin secara logika biasa-biasa saja atau sederhana tapi bagi perempuan sangat membahagiakan atau bahkan manjadi sangat menyedihkan. Maka jika sekalinya sudah menyentuh hati perempuan mereka mudah sekali gelap mata, sanggup berkorban dan sulit melupakan masa lalu. Misalnya : ada yang diputuskan cinta, berpuluh-puluh tahun masih selalu ingat dengan mantannya, sudah disakiti tetap saja dikenang padahal disisi lain orang yang dikenangnya bahkan sudah lupa nama perempuan yang selama ini mengenangnya, sungguh tak masuk logika. Atau sering ada perempuan yang mudah tertipu daya dengan pria sehingga semua yang berharga dia berikan atas nama cinta. Ups.. memeng tak semuanya, tergantung pribadi masing-masing kadang dipengaruhi faktor lingungan dan kebiasaan sih. Tapi tak sedikit perempuan yang demikian, sehingga kalo dasar agamanya lemah, mudah sekali terbuai perasaan dan dimanfaatkan oleh laki-laki yang tak bertanggung jawab.Maka bersyukurlah perempuan yang mendapatkan suami yang pengertin, tulus, penuh tanggung jawab dan kasih sayang serta menghargai istri(Dan aku bersyukur YA Allah telah mendapatkannya. :)) Lanjutkan membaca “Perempuan”

Cerita Tentang Aku dan Kau, Duhai Kekasihku…

Kemudian kau menemukanku sesaat sebelum aku benar-benar lelah menunggu menemukan rasa lagi. Kau datang seperti bulan saat malam, meski tak sebesar bintang, kau terasa lebih dekat, lebih terang. Saat siang panasmu seperti mentari, menghangatkan, mengunjungiku setiap hari, selalu hadir, tetap hadir dan kuyakini selamanya hadir. Tak seperti api panasnya begitu kuat namun membinasakan. Lanjutkan membaca “Cerita Tentang Aku dan Kau, Duhai Kekasihku…”