Rasa I


Seperti awan debu yang menjadi pelanet
Rasa yang mengabut pelan-pelan memadat menjadi entitas nyata.
Kemudian ada sungai mengalir disini.
Barisan pohon-pohon hijau, biru laut, nafas, gerak hidup disini.
Disuatu tempat yang bernama hati, keindahan yang disebut cinta.
5 Februari 2010

OBAT LUKA

Em.. tadinya ingin posting tentang puisi sepanjang perjalanan pulang tapi setelah dicari-cari ternyata ga ketemu, jadi posting puisi yang agak lama. Tak apalah, selamat membaca.

OBAT LUKA I

Langit sepertinya luka
Dari pagi sampai malam begini, terus saja menangis
Tunggu sebentar aku naik kebulan menemani nini anteh merajut langit
Yang kemarin koyak belum terjahit
Kalo langit hatimu, maukah kujahit lukamu?

Continue reading “OBAT LUKA”