Betapa Aku Mencintaimu A 1

Mamah setengah terkejut ketika dinyatakan positif hamil lagi. Saat itu tahun terakhirku di SD. Dikeluargaku aku adalah anak sulung yang mempunyai 2 adik perempuan. Meskipun menurut mamah tak ada bedanya antara anak laki-laki dan perempuan, tapi wajar saja kali ini mamah ingin sekali dikaruniai anak laki-laki.
“Tok.. tok.. tok. Permisi!” Terdengar pintu diketok. “maaf saya mau menukarkan cowet dengan ulekan punya ibu, boleh?” Kata tetangga samping rumah. Kebetulan beliau pun sedang hamil dan terus menerus dikaruniai anak laki-laki, mungkin maksudnya supaya beliau dapat putri dan mamah dapat putra. Mamahku tak bertanya apa-apa dan langsung kedapur menukarkan cowet dengan ulekan milik tetangga itu.

Continue reading “Betapa Aku Mencintaimu A 1”