Tekad Membuatnya Hebat

“Duh.. berapa kali lagi sih aku harus jelaskin sama kamu, kenapa gak ngerti-ngerti juga sih, dasar bodoh!!! Seandainya saja ibu guru gak nyuruh aku untuk satu kelompok sama kamu, males banget deh!!!! Jadi orang itu harus pinter biar gak nyusahin orang lain, jadi orang harus bisa berguna buat orang lain” .

Aku tahu kata-kata itu terlalu kasar kuucapkan kepada teman sekelasku, tapi kekesalanku tak bisa kutahan karna sampai kujelaskan berkali-kali pun dia tetep gak ngerti, padahal besok kelompok kita presentasi. Aku ga mau nilai kelompokku jelek gara-gara manusia satu ini, Toto Sudarnoto Sudiro, aduh..aduh.. bikin aku gregetan ngajarinnya. Itu yang aku ingat 12 tahun yang lalu ketika aku duduk dibangu SMP. Dan setelah lulus SMP aku gak pernah ketemu lagi dengan temanku yang menjengkelkan itu.

Dan saat ini, aku hanya diam terpaku didepan seorang pria berdasi, berjas rapi yang tersenyum padaku dengan ramahnya, sambil menyapa. “Selamat pagi!”

Aku ingat kata-kata Anggi pagi tadi “Pengganti  pak Anton sudah satang Wi, katanya dia sangat pintar, lulusan luar negri dan sangat baik hati. Kabarnya sih diusianya yang muda beliau sudah membuat  sekolah gratis untuk anak-anak berprestasi dan kurang mampu,  namanya Pak Diro. ” Ternyata… aku gak nyangka atasanku yang baru ternyata ini orangnya.

“Hallo.. Wi, masih ingat aku kan?” Pria itu menghampiriku saat makan siang.

“Em…..?”  Aku binging bilang apa.

“Ini Toto teman sekelasmu dulu. Wah gak nyangka yah bisa sekantor. Ingat kan?” Sambil nyengir cirri khasnya dulu.

“Hehh.. Iya Pak , ingat.” Jawabku.

“Kalo lagi istirahat atau diluar panggil aja Toto, rasanya aneh kamu memanggilku Pak.he..”

“Heh.. Kalo boleh saya tahu gimana ceritanya sekarang bisa seperti ini?” Sambil ragu-ragu,  malu dan canggung aku beranikan diri bertanya tentang kepenasaranku.

“Itu juga gara-gara kamu dan ibu.he..”.  Aku terkejut dengan jawabannya, kok bisa gara-gara aku????

“Ketika aku masuk SMA ternyata prestasiku juga gak bagus, aku hampir gak naik kelas, tapi aku selalu ingat kata-katamu, aku gak ingin jadi orang yang selalu nyusahin orang lain, aku ingin jadi orang berguna Wi, akhirnya aku membuat perjanjian dengan ibuku,  jika nilai rata-rataku dibawah delapan maka aku akan keluar sekolah dan membantu ibu saja. Aku gak mau jadi orang yang gak berguna, tapi kerena aku punya keinginan untuk sekolah yang besar maka aku terus bejuang, meskipun janji itu adalah tekanan untukku tapi tekanan itu yang membuat  aku melesat lebih tinggi. Aku tahu, aku bukan orang cerdas yang dengan mudah memahami pelajaran, tapi aku punya keinginan lebih besar dari siapapun untuk belajar, meski aku harus tidur hanya 3 jam setiap hari, meski aku membutuhkan waktu yang lama untuk sukses, semakin hari aku semakin menyukai proses belajar.  Akhirnya aku dapat beasiswa untuk belajar diluar negri juga. Makasih yah Wi atas nasihatnya dulu. Ketika semuanya terasa berat aku selalu ingat kata-katamu. Bisa menjadi orang yang bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain adalah hal yang membuat aku paling bahagia, semoga aku bisa jadi orang berguna Wi. Sekali lagi makasih yah Wi.”

Ya Allah betapa malunya aku. Dia yang dulu selalu aku maki-maki malah berterimakasih dengan tulus padaku. Aku yang selalu merasa lebih cerdas, lebih pintar, orang tuaku lebih kaya malah tak pernah memikirkan orang lain, jangankan untuk membuat sekolah yang kecil-kecil aja nggak. Aku hanya berpikir untuk bagaimana memenuhi segala kebutuhan dan keinginanku. Aku malu Ya Allah. Maafkan aku temanku yang baik dan rendah hati.

Hikmah:

1.       Jangan pernah merasa kita jauh lebih baik dari orang lain, itu akan membuat kita terlena dan gak bisa memperbaiki diri karena sombong. Jadilah orang yang semakin berilmu membuat kita semakin bijaksana dan rendah hati.

2.       Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita punya cita-cita dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

3.       Membuat orang lain bahagia akan membuat hati kita bahagia, membuat orang lain sengsara akan membuat kita hidup gak tenang dan dikejar perasaan bersalah.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

Iklan

14 thoughts on “Tekad Membuatnya Hebat

  1. hidup ini adalah proses yang harus dijalani dengan semangat dan kemauan. atas stempel Komandan Blogcamp JURI datang menilai. terima kasih atas cerita kehidupan yang penuh hikmah. salam hangat

  2. pagi mbak,,dan salam kenal…
    jangan pernah memandang yng bodoh akan terus bodoh ya mbak,,bisa jadi itu adalah satu proses belajar u nya…^^

    *************************
    Iya ini cerita fiksi kok. hehehehe… Makasih yah sudah berkunjung, salam kenal.

  3. “semangat adalah puncak gunung berapi yang diatasnya rumput keragu-raguan tidak dapat tumbuh”

    semangat! do the best… 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s