Puisi.. Puisi.. Puisi..

(Teruntuk Aku ..)

Ketika kembali pada puisi,
menjadikan metamorfosaku
menjelma cahaya disepanjang jalan malam
menjelma awan saat terik itu datang
merangkak, berjalan atau berlari
hal terpenting adalah kau harus tetap melangkah maju kedepan kawan,
menuju harapan yang telah lama hinggap dalam mimpi,
yang senantiasa kau genggam setiap malam

Ketika setia pada puisi
Menjadikan angin, hujan dan batu adalah sahabat
Dimana suaranya adalah harmoni
Serta gerak dan diamnya adalah ekspresi paling hebat
Memang terkadang hidup ini akan berotasi kawan
Kuatlah saat kau berada dibagian bawah kehidupan
Kenyataan mungkin tak seindah yang kau imajinasikan
Tapi juga tak seburuk yang kau takutkan
Tetap bersyukurlah kawan
Dan tumbuhkanlah semangat baru
Saat matahari pagi menyunggingkan senyum dan mengerlingkan matanya

Wahai.. wahai.. prajurit-prajurit.. kehidupan
Berbarislah paling depan, bersiaplah menjadi yang pertama menggulingkan kesedihan dipagi ini
Lalu terikanlah puisi-puisimu
Biar lega hatimu
Biar orang-orang tahu semua
Betapa lantang suaramu dan keras semangatmu
Wahai.. wahai… kesatria berdada baja
Meski tak ada kuda yang kau tunggangi dan pedang ditanganmu
Kau tak akan mudah kalah
Sebab do’a ibumu menjelma prisai paling kuat
Agar kau tak luka dan bahagia senantiasa

Wahai.. wahai.. kawan berpuisilah dan nikmatilah hari-harimu

Cibinong, 1 Januari 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s