JANTUNG

Irama degup jantungmu memburu
Aku mencari aku di detaknya
Selaksa cerita kuukir dibatu
Layaknya prasasti yang kusimpan dalam, dalam.
Mulutku terus saja bisu
Padahal tubuhku bergetar
Darah melaju di aortaku
mengalirkan kata-kata yang tak putus-putusnya
Aku menyimpan tanda tanya pada matamu
Terkadang ia sembunyi ke dasar palung hatimu
Jika kau rasa perih jiwamu
Berbagilah denganku saja
Berbagilah denganku saja
Mungkin aku terlalu naif
Tapi aku hanya ingin senantiasa menyentuh jantungmu
Mendengarnya berkata, “Aku Mencintaimu”.

Silvia Dewi, 19 Agustus 2016

Lama banget hiatus dari tahun 2011, anak pun udah 2 sekarang. Hehe… Belajar lagi nulis. Meskipun mungkin belum sempat BW.

Iklan

Rasa I


Seperti awan debu yang menjadi pelanet
Rasa yang mengabut pelan-pelan memadat menjadi entitas nyata.
Kemudian ada sungai mengalir disini.
Barisan pohon-pohon hijau, biru laut, nafas, gerak hidup disini.
Disuatu tempat yang bernama hati, keindahan yang disebut cinta.
5 Februari 2010

OBAT LUKA

Em.. tadinya ingin posting tentang puisi sepanjang perjalanan pulang tapi setelah dicari-cari ternyata ga ketemu, jadi posting puisi yang agak lama. Tak apalah, selamat membaca.

OBAT LUKA I

Langit sepertinya luka
Dari pagi sampai malam begini, terus saja menangis
Tunggu sebentar aku naik kebulan menemani nini anteh merajut langit
Yang kemarin koyak belum terjahit
Kalo langit hatimu, maukah kujahit lukamu?

Continue reading “OBAT LUKA”